Selasa, 23 Oktober 2012

Transportasi Zat Melalui membran



Transportasi Zat Melalui Membran


Transportasi zat melalui membran dapat berlangsung dengan 2 cara, yaitu Transpor Aktif dan Transpor Pasif.

1.  TRANSPOR AKTIF
                merupakan perpindahan molekul zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah dengan melawan gradien konsentrasi yang membutuhkan energi di ATP. Transpor aktif juga merupakan Transpor yang memerlukan energi. Energi yang digunakan pada transpor aktif adalah (Adenosin Trifosfat) yang merupakan energi kimia tinggi yang berasal dari hasil respirasi sel di mitokondria. Transfor aktif berfungsi untuk memelihara keseimbangan di dalam sel. Transpor Aktif melalui membran sel dapat berupa endositosis dan eksositosis.

#ENDOSITOSIS
          merupakan peristiwa pembentukan kantong membran sel saat larutan/partikel ditransfer ke dalam sel. endositosis antara lain Pinositosis dan Fagositosis.

-PINOSITOSIS dalam bahasa Yunani `pinos` berarti minum. Pinositosis terjadi pada benda-benda cair. contohnya penyerapan nutrisi oleh sel-sel embrio. Peristiwa ini dapat terjadi jika terdapat konsentrasi yang sesuai dari asam amino, protein, atau ion-ion tertentu pada medium sekeliling sel dengan di dalam sel. contoh peristiwa pinositosis adalah penyerapan nutrisi oleh embrio mamalia.


 
 Pinositosis

1-2 : molekul melekat pada plasma
3-5 : terjadi lekukan (ivaginasi)
 6-8 : lepas dari membran plasma dan fragmentasi

-FAGOSITOSIS dikemukakan oleh E. Metchnikkaf pada akhir abad 19 untuk benda padat. contoh fagositosis adalah sel darah putih menelan bakteri amoeba dalam menyerap makanan.
 
#EKSOSITOSIS
          adalah proses pengeluaran zat dari dalam sel melalui membran dengan bantuan vesikel (gelembung) yang berfungsi membawa molekul menuju membran sel untuk kemudian dilepaskan dari membran sel. contoh proses eksositosis adalah pengeluaran (sekrit) cairan oleh sel-sel kelenjar seperti kelenjar pankreas mengeluarkan hormon insulin dan sel kelenjar dalam memerlukan sekritnya/getahnya. contoh lainnya yaitu proses pemasukan makromolekul zat ke dalam membran sel dengan cara pelekukan membran ke arah bagian dalam.


2.  TRANSPOR PASIF
               merupakan proses perpindahan zat secara spontan tanpa memerlukan energi di ATP (Adenosin Trifosfat) yang dihasilkan oleh mitokondria. Transpor aktif antara lain Difusi, Osmosis (difusi air), dan Difusi terbantu.
#DIFUSI
          merupakan perpindahan molekul zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sehingga konsentrasinya menjadi sama yang berlangsung melalui membran atau tidak. Zat yang berkonsentrasi tinggi disebut Hipertonis, zat yang berkonsentrasi rendah disebut Hipotonis, sementara zat yang berkonsentrasi sama disebut Isotonis. contoh zat gas (gas baygon,parfum) , cair (sirup), dan padat (kopi,susu,teh).
 


 Difusi terbagi menjadi 2, yaitu Difusi sederhana dan Difusi terfasilisasi.
  • Difusi Sederhana = difusi tanpa melalui membran. contohnya larutan gula dalam air.
  • Difusi Terfasilisasi = difusi melalui membran dengan bantuan protein pembantu yaitu protein integral. contohnya pembuatan telur asin, respirasi sel, dan membuat asinan buah.
Kecepatan difusi dipengaruhi oleh :
  1. Konsentrasi zat -> semakin tinggi konsentrasi zat, semakin cepar terlarut.
  2. Ukuran molekul zat -> semakin kecil ukuran molekul zat, semakin cepat proses difusi.
  3. Luas bidang permukaan -> semakin luas bidang permukaan, semakin lama larutnya.
  4. Suhu -> kecenderungan zat bergerak ke segala arah, sehingga menimbulkan tekanan. semakin panas suhu, difusi semakin cepat.
#OSMOSIS/DIFUSI AIR
          merupakan perpindahan molekul air dari konsentrasi molekul yang tinggi (hipotonis) ke konsentrasi molekul yang rendah (hipertonis) melalui membran semipermiabel.
 

#DIFUSI TERBANTU (FACILLITATED DUFUSSION)
            merupakan difusi yang tergantung pada suatu mekanisme transpor dari membran sel. difusi ini memerlukan bantuan protein misalnya enzim. Permease adalah protein membran sel yang membuatkan jalan bagi laktosa agar dapat melintasi dua lapis fosfolipid membran sel. contohnya adalah bakteri Escherichia coli  pada saat dipindahkan ke medium yang mengandung laktosa, metabolismenya menurun karena membran selnya tidak dapat dilalui lektosa (impermeabel). Beberapa menit kemudian, laktosa mulai dapat masuk ke dalam sel karena terbentuknya enzim permease.

tambahan :
Endosmosis = proses masuknya air ke dalam sel akibat sel berada pada lingkungan hipotonik.
Eksosmosis = proses keluarnya air dari dalam sel akibat sel berada pada lingkungan hipertonik.
Hemolisis = sel mengembang dan pecah karena mengalami endosmosis yang berlebihan.
Turgor = tekanan yang terjadi antara isi sel dengan dinding sel.
Krenasi = penyusutan sel karena mengalami eksosmosis.
Plasmolisis = lepasnya membran sel dari dinding sel akibat sel berada pada larutan hipertonik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar